You are currently browsing the tag archive for the ‘busana muslim’ tag.

Desainer Ian Adrian kembali menghadirkan rancangan terbaru dengan sentuhan kain Ulap Doyo lewat koleksi bertajuk Tales From Kutai.

Jika sebelumnya Ian menyuguhkan busana-busana feminin yang trendy, rancangan kali ini adalah koleksi busana muslim yang anggun dengan dominasi warna merah menyala.

Semua rancangan busana Muslim terbaru Ian Adrian yang disponsori Bupati Kukar Rita Widyasari ini ditampilkan dalam Islamic Fashion Festival (IFF) yang digelar di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta, 29-30 Juni lalu.

Selain diikuti Ian Adrian dan sejumlah desainer ternama Indonesia lainnya, IFF 2010 ini juga diikuti beberapa desainer asal negeri jiran Malaysia.

Pada pembukaan IFF, Selasa (29/06) pekan lalu, masing-masing desainer dari Indonesia-Malaysia menampilkan satu koleksi terbarunya. Adalah Defie Litiza, gadis asal Kukar yang kini tengah merambah dunia rekaman di Jakarta, mendapat kehormatan untuk membawakan gaun rancangan Ian Adrian.

“Ini merupakan kehormatan bagi saya diminta langsung oleh desainer untuk tampil di ajang fashion tingkat internasional. Terus terang ini baru pertama kali saya tampil di acara fashion di hadapan para selebritis, perancang dan pengamat mode ternama dari Indonesia, Malaysia dan negara lainnya,” kata Defie.

Menurut Defie, pada hari kedua IFF, tepatnya Rabu (30/06) siang, barulah seluruh koleksi terbaru Ian Adrian ditampilkan secara khusus. Ada dua gadis kecil asal Kukar yang ikut menampilkan koleksi Ian Adrian. Mereka adalah Zhafira dan Della, putri dari Endri Elfran-Silvi Agustina, yang tak lain adalah keponakan Bupati Kukar Rita Widyasari.
“Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari penonton yang hadir yang rata-rata dari kalangan artis,” ujar Defie lagi.

Mereka bertiga, lanjut Defie, sangat bangga bisa tampil untuk membawa nama Kukar lewat ajang fashion internasional di Jakarta tersebut.

“Tapi kami juga sempat sedih karena pada saat yang bersamaan tidak bisa ikut hadir menyaksikan lansung pelantikan bu Rita sebagai Bupati Kukar,” imbuhnya.

Ditambahkan Defie, suguhan 8 koleksi busana muslim rancangan Ian Adrian ini disponsori oleh Bupati Kukar Rita Widyasari dengan aksesoris dari Vie Silvi.

“Selain di Jakarta, seluruh koleksi busana muslim dalam IFF ini dalam waktu dekat juga akan ditampilkan di Kuala Lumpur, Malaysia,” demikian kata Defie.

Sumber: kutaikartanegara.com


Semua rancangan busana Muslim terbaru Ian Adrian yang disponsori Bupati Kukar Rita Widyasari ini ditampilkan dalam Islamic Fashion Festival (IFF) yang digelar di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta, 29-30 Juni lalu.


Defie Litiza tampil khusus di malam pembukaan IFF, Selasa (29/06) pekan lalu
Photo: Gemboel

Selain diikuti Ian Adrian dan sejumlah desainer ternama Indonesia lainnya, IFF 2010 ini juga diikuti beberapa desainer asal negeri jiran Malaysia.

Pada pembukaan IFF, Selasa (29/06) pekan lalu, masing-masing desainer dari Indonesia-Malaysia menampilkan satu koleksi terbarunya. Adalah Defie Litiza, gadis asal Kukar yang kini tengah merambah dunia rekaman di Jakarta, mendapat kehormatan untuk membawakan gaun rancangan Ian Adrian.

Berbusana dengan baik adalah suatu hal yang merupakan keperluan bagi seorang muslimah yang terbiasa beraktivitas di dalam maupun di luar rumah. Untuk itu berikut adalah beberapa tips berbusana khususnya dalam memakai jilbab yang rapi dan cantik untuk para muslimah:

1. Pilih bahan jilbab yang ringan, nyaman, adem dan praktis
Bahan spandex, sifon, atau sutra dapat menjadi pilihan untuk jilbab cantik Anda. Bahan-bahan ini lebih mudah untuk dibentuk jilbab sesuai dengan model yang kita inginkan. Hindari jilbab yang susah untuk dibentuk.

2. Pilih model jilbab sesuai dengan bentuk wajah.
Sesuaikan model jilbab yang akan Anda gunakan dengan bentuk wajah Anda. Jika wajah Anda bulat, hindari hiasan dan corak yang terlalu berlebih agar tidak berkesan gemuk pada wajah Anda. Hindari model jilbab yang terlalu rumit agar aktivitas Anda lebih leluasa.

3. Sesuaikan warna dengan busana muslim yang dikenakan.
Warna dan model jilbab yang dikenakan harus disesuaikan dengan warna busana muslim yang akan dikenakan untuk memberi kesan serasi, elegan dan cantik. Untuk mendapatkan penampilan ceria, pilihlan warna atau corak yang terang. Untuk kelihatan lebih anggun, gunakan jilbab yang berwarna lembut atau gelap.

4. Gunakan ciput agar tetap rapi
Untuk menjaga agar tetap rapi, gunakan ciput sebagai dalaman. Atau bisa juga dengan menggunakan bando, bandana, dan hiasan lain agar rambut tidak mudah keluar dan kerapian jilbab tetap terjaga. Jika Anda berponi sebaiknya poni di jepit kebelakang agar tidak jatuh ke depan.

5. Berwarna serasi dengan dalaman jilbab
Pilihlah dalaman jilbab yang berwarna serasi dengan dalaman jilbab, kadang jilbab atau bergo yang kita gunakan tidak cukup tebal sehingga dalaman jilbab cukup membayang. Untuk menyiasati pilih warna yang serasi dengan jilbab luar atau pilih warna hitam, putih, atau warna kulit yang akan cocok dipadu-padan dengan jilbab aneka warna.

6. Gunakan aksesoris untuk mempercantik
Gunakanlah aksesoris seperti bros, payet, mutiara atau hiasan lainnya agar penampilan Anda lebih fresh dan cantik.

artikel direproduksi dari http://www.klipingku.com/

Saudara-saudariku yg dicintai Allah. Allah sangat sempurna dalam  membuat aturan kehidupan kita, karena Allah lah yg paling mengetahui tentang diri kita. Allah mengetahui bahwa kita memiliki fitrah untuk saling menyukai lawan jenis kita. Bukan hanya suka, kita bahkan punya nafsu saat melihat keindahan mereka. Dalam Islam, rasa suka dan nafsu ini tidak langsung dikebiri, namun di atur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan dampak negatif.

1. Perintah menjaga pandangan

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS An Nuur: 30)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,
atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (QS An Nuur: 31).

2. Perintah mengenakan busana muslim (yang syar’i dan menutup aurat)

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian daripada tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”. (Al A’raf ayat 26)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al Ahzab ayat 59)

Dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr  menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian muslim tipis. Maka  Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma !  Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah
dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya” (HR Abu Daud)

Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi ertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu
bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena aku khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan).

Semoga bermanfaat.